Gugur bunga
daun semusim.....
layu tertelan waktu yang bergulir...
tak kan ada smerbak kembang setaman walau hanya satu malam...
Daun - daun yang semampai , semampai bersama
angin.....
menerpa ranting ranting , sehelai rapuh di pukul angin yang berendam...
Dahan-dahan bergoyang di terpa sang bayu
berhembus semilir sepoi sepoi
mengelayuti mengurai pangkal akanan
melayang layang sehelai berguguran
senja senyap dikeheningan malam,
memecah sunyi dalam kegelapan
termenung hati dalam kedukaan pelita yang kian padam....
Rintihan kidung sunyi penjara hati kian membahana
menuturkan denting kepedihan...
bersama hatiku, berbisik berderai derai
rasa penyesalan yang tak kunjung padam....
semusim gugur dedaunan , tak kan kembali masa silam....
Detik demi detik melaju dengan derasnya tanpa mau pulang meninggalkan senja yang memerah ...
Teruntuk kasihku tersayang di nun jauh di pelupuk mata..
layu tertelan waktu yang bergulir...
tak kan ada smerbak kembang setaman walau hanya satu malam...
Daun - daun yang semampai , semampai bersama
angin.....
menerpa ranting ranting , sehelai rapuh di pukul angin yang berendam...
Dahan-dahan bergoyang di terpa sang bayu
berhembus semilir sepoi sepoi
mengelayuti mengurai pangkal akanan
melayang layang sehelai berguguran
senja senyap dikeheningan malam,
memecah sunyi dalam kegelapan
termenung hati dalam kedukaan pelita yang kian padam....
Rintihan kidung sunyi penjara hati kian membahana
menuturkan denting kepedihan...
bersama hatiku, berbisik berderai derai
rasa penyesalan yang tak kunjung padam....
semusim gugur dedaunan , tak kan kembali masa silam....
Detik demi detik melaju dengan derasnya tanpa mau pulang meninggalkan senja yang memerah ...
Teruntuk kasihku tersayang di nun jauh di pelupuk mata..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar