Selasa, 07 Februari 2012

selaksa sukma untuk negeriku



Aku ingin menjadi pemberontak,
Pemberontakan kecil-kecilan
Karena tangan ku tak cukup kuat
Untuk menghantam  ketidakadilan
Aku ingin membakar api revolusi,
revolusi kata-kata dan tulisan-tulisan
Sebab suara kutak cukup nyaring
untuk meneriaki kesewenang – wenangan

Angin kencang
Yang dulu menghembuskan badai perubahan
Kini raib membentur dinding kekuasaan
Gelombang dahsyat
Yang dulu mengirimkan air bah perlawanan
Kini lenyap diserap tanah kerakusan
Sudah makmur kah negeriku ? kuharap
Sudah sejahterakah rakyatnya ? semoga

Tapi saat kusaksikan,
masih ada pemulung
Yang mengorek-ngorek sampah
Demi mengais nafkah kehidupan
sementara kaum terhormat
membuang-buang uangnya
ditempat-tempat pelesiran
masih ada seorang ibu
yang karena mencuri buah kapuk
demi menjamin kehidupan anak-anaknya
harus dipenjarakan,
masih banyak TKI yang dihukum mati
karena melawan majikan yang ingin mendzoliminya

sementara ratu pencuri
membangun istananya
dibalik benteng-benteng penjara
tiap malam bisa bebas keluyuran
dan Raja raja pencuri
bebas berwisata ke luar negeri
dan bahkan mengindahkan panggilan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

oh inilah ironi negeriku,
sebuah negeri dongeng
akan kehebatan masa lalu
oh aku muak, aku ingin muntah,
memuntahkan lahar amarah
oh aku ingin berteriak,
menumpahkan caci maki dan sumpah serapah
oh kepada siapa lagi aku mesti berkeluh kesah
sedangkan kodok, kecoak, kadal, semut
dan jangkrik pun enggan bersuara….





Tidak ada komentar:

Posting Komentar