Aku ingin menjadi pemberontak,
Pemberontakan kecil-kecilan
Karena tangan ku tak cukup kuat
Karena tangan ku tak cukup kuat
Untuk menghantam ketidakadilan
Aku ingin membakar api revolusi,
Aku ingin membakar api revolusi,
revolusi kata-kata dan tulisan-tulisan
Sebab suara kutak cukup nyaring
Sebab suara kutak cukup nyaring
untuk meneriaki kesewenang –
wenangan
Angin kencang
Yang dulu
menghembuskan badai perubahan
Kini raib membentur dinding kekuasaan
Gelombang dahsyat
Kini raib membentur dinding kekuasaan
Gelombang dahsyat
Yang dulu
mengirimkan air bah perlawanan
Kini lenyap diserap tanah kerakusan
Sudah makmur kah negeriku ? kuharap
Sudah sejahterakah rakyatnya ? semoga
Kini lenyap diserap tanah kerakusan
Sudah makmur kah negeriku ? kuharap
Sudah sejahterakah rakyatnya ? semoga
Tapi saat kusaksikan,
masih ada pemulung
Yang mengorek-ngorek sampah
Demi mengais nafkah kehidupan
sementara kaum terhormat
sementara kaum terhormat
membuang-buang uangnya
ditempat-tempat pelesiran
masih ada seorang ibu
masih ada seorang ibu
yang karena mencuri buah kapuk
demi menjamin kehidupan anak-anaknya
harus dipenjarakan,
masih banyak TKI yang dihukum mati
karena melawan majikan yang ingin
mendzoliminya
sementara ratu pencuri
membangun
istananya
dibalik
benteng-benteng penjara
tiap malam
bisa bebas keluyuran
dan
Raja raja pencuri
bebas
berwisata ke luar negeri
dan
bahkan mengindahkan panggilan
Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK)
oh inilah ironi negeriku,
sebuah
negeri dongeng
akan kehebatan
masa lalu
oh aku muak, aku ingin muntah,
oh aku muak, aku ingin muntah,
memuntahkan
lahar amarah
oh aku ingin berteriak,
oh aku ingin berteriak,
menumpahkan
caci maki dan sumpah serapah
oh kepada siapa lagi aku mesti berkeluh kesah
sedangkan kodok, kecoak, kadal, semut
oh kepada siapa lagi aku mesti berkeluh kesah
sedangkan kodok, kecoak, kadal, semut
dan jangkrik
pun enggan bersuara….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar