embinaan kedisiplinan siswa harus dipupuk sejak dini agar menjadi warga
masyarakat yang taat hokum berdasarkan etika dan moralitas, disamping peranan
keluarga yang utama, dunia pendidikan adalah lingkungan kedua bagi anak untuk
belajar tentang kedisiplinan, oleh sebab itu sekolah dituntut untuk mencetak siswa
yang disiplin dengan caa yang edukatif juga, bukan dengan kekerasan.
Menurut Andarus Darahim, salah satu anggota Komisi Perlindungan Anak
Indonesia; mengemukakan tujuh prinsip dalam membangun kedisiplinan anak.
1. Hormati martabat/harga diri anak (respect the child s dignity)
Pembinaan ini diharapkan diarahkan pada perawatan fisik, pembinaan psikologis
siswa. Pendidik harus berperan sebagai pembimbing untuk mewujudkan
keinginan anak bukan sebagai pemberi hukuman, dan mendidik tidak
meremehkan siswa, galilah hal yang positif yang dimiliki mereka.
2. Bangun jiwa pro-sosial, disiplin diri dan kepribadian (develop pro sosial and
character)
Pembinaan diarahkan pada sikap dan percaya diri dan disiplin diri, termasuk
kebebasan memilih. Pendidik harus meem bangun rasa empati siswa dan rasa
menghargai sesama. Pendidik dituntut memberi ketauladanan pada siswa.
3. Tingkatkan partisipasi aktif anak (child s active participation)
Pendidik memberi kesempatan yang seluas-luasnya agar siswa dapat aktif dalam
proses belajar. Pembinaan diarahkan pada sikap toleransi dalam membangun
kerjasama dengan teman dan orang lain. Dengan memfokuskan pada pengatasan
masalah dan menumbuhkan kemampuan diri sebagai bagian dari komunitas.
4. Hormati kebutuhan tumbuh kembang dan kualitas hidup anak (respect the
child s development need and quality of life).
Pendidik harus menghormati kebutuhan siswa dalam masa perkembangan, untuk
itu pendidik dituntut untuk memberikan gaya mengajar sesuai dengan kebutuhan
siswa. Pembinaan diarahkan pada jiwa optimistik dan mendorong percaya diri
bahwa setiap orang bisa memecahkan masalah asal mau belajar dari
pengalaman.
5. Hargai motivasi dan pandangan anak (respect the child s motivation and life
views)
Penghargaan terhadap keinginan siswa merupakan penderitaan yang sangat
berguna meskipun tidak semua keinginan harus dipenuhi. Pembinaan diarahkan
pada sikap yang mengerti perbedaan dan kekhususan orang lain, pandangan,
gaya, dan sebagainya.
6. Jamin rasa keadilan (assure fairness)
Pembinaan diarahkan pada sikap menghormati kesetaraan dan tidak
diskriminatif.
7. Kembangkan semangat solidaritas (promote solidarity)
Pembinaan diarahkan pada sikap membangun kerjasama tanpa mau menang
sendiri atau mementingkan diri sendiri.
Dampak Kekerasan Pendidikan Pada Anak.
Kekerasan yang dilakukan pada peserta didik dapat membawa dampak
negatif sebagai berikut:
a. Secara fisik kekerasan ini mengakibatkan adanya kerusakan tubuh, seperti: lukaluka
memar luka simentris di wajah dan lain sebagainya.
b. Secara psikis, anak yang mengalami penganiayaan sering menunjukkan :
ketakutan atau bertingkah laku agresif, emosi yang labil, depresi, jati diri yang
rendah, kecemasan, adanya gangguan tidur phobia dan lain sebagainya.
Dari hasil penelitian dikatakan bahwa penganiayaan pada masa anak
menyebabkan anak berpotensi memiliki gangguan kepribadian ambang sehinnga
kelak anak juga berpotensi menderita depresi pada masa dewasanya. Disamping itu
timbulnya gejala disasosiasi termasuk amnesia terhadap ingatan-ingatan yang
berkaitan dengan pengeniayaannya (Suyanto & Hariadi, 2002). Selain itu
kekerasan yang terjadi pada anak dapat mempengaruhi pertumbuhan dan
perkembangan jiwa anak, sehinnga kreativitas dan produktivitas anak menjadi
terpasung, yang pada akhirnya mengakibatkan self development yang optimal pada
diri anak tidak tercapai. Lebih jauh, jika kekerasan tersebut terjadi di sekolah maka
peserta didik akan menaruh kebencian terhadap sekolah dan jika kekerasan tersebut
terjadi dalam keluarga maka anak akan tidak betah dirumah.
Menciptakan Pembelajaran Yang Menyenangkan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang pendidik untuk
menghidupkan suasana belajar siswa di kelas maupun di luar kelas, hal-hal yang
harus diperhatikan adalah:
1. Ruang Kelas (tempat belajar)
Suasana ruang belajar ditata semenarik mungkin agar mampu menciptakan
keadaan yang gembira dari awal pelajaran dimulai hingga proses belajar
berakhir.
2. Membuka Pelajaran
a) Memberi salam dengan semangat, pendidik ditunjuk untuk menunjuk kan
wajah yang bersemangat, senyum, agar siswa senang melihatnya
b) Membangkitkan motivasi belajar, dalam membuka pelajaran hendaknya guru
memberitahukan tujuan yang akan dicapai dengan pelajaran yang akan
disajikan.
c) Warming up, jika kondisi siswa tampak loyo, maka guru memulai pelajaran
dengan melakukan aktivitas fisik selama beberapa menit dengan melemaskan
otot-otot.
Pendekatan Pembelajaran
Cara mendidik yang demokratis perlu diperhatikan oleh pendidik, karena
pendekatan ini adalah cara mendidik yang ideal, tidak terlalu ketat, namun ada
pengawasan.
Siswa diberi hak untuk menyalurkan pendapat, usul, saran, inisiatif,
keputusan pada pendidik . pendekatan ini mendorong anak-anak agar mandiri
tetapi masih menetapkan batas-batas dan pengendalian atas tindakan-tindakan
mereka.
4. Mengadakan Variasi
Mengadakan variasi adalah keterampilan yang harus dikuasai guru dalam
pembelajaran untuk mengatasi kebebasan peserta didik. Variasi dalam
pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi empat bagian
a) Variasi dalam gaya mengajar
Variasi yang terdiri dari suara, eye contact, gesture dan mengubah posisi
b) Variasi dalam penggunaan media
c) Variasi dalam pola interaksi
Variasi ini terdiri dari pengelompokkan peserta didik, tempat kegiatan
pembelajaran: dalam dan luar kelas
d) Variasi dalam kegiatan
Variasi dalam penggunaan-penggunaan metode, dan pemberian contoh atau
ilustrasi.
5. Menjaga Sikap Dalam Mengajar
Guru yang kurang ramah, terlalu banyak mengatur begini-begitu dan
menciptakan suasana belajar yang sangat kompetitif hanya akan membuat anak
tidak betah di sekolah. Misalnya, membandingkan anak yang satu dengan
temannya yang dianggap lebih pandai, atau melabel anak secara negatif seperti,
Kamu, kok, begini aja enggak bisa sih! , Jangan lamban gitu dong! , Masak
sih enggak malu kalah sama temannya? .
Hal-hal yang harus diperhatikan oleh pendidik adalah:
-Yang harus dilakukan oleh pendidik;
a) Smile (Senyum)
Hindari bahwa guru tersebut arrogant atau sombong. Penampilan anda
mengajar adalah energi bagi siswa anda.
b) Voice Volume (Volume Suara)
Pastikan semua siswa anda mendengar suara anda, tetaplah stabil namun
luwes tidak kaku.
c) Gesture (Bahasa Tubuh)
Bersikaplah wajar dan relax, bahasa tubuh yang kaku akan membosankan.
d) Eye Contact (Kontak Mata)
Kontak mata dengan setiap siswa secara terus menerus akan menimbulkan
komunikasi yang baik dari hati ke hati dengan siswa anda.
-Yang tidak dilakukan oleh pendidik;
a) Pace Too Frequently (Mondar-Mandir)
b) Directly Point Out (Menunjuk Langsung Pada Siswa)
Menunjuk langsung ini mengesankan bahwa anda sombong, namun gunakan
telapak tangan terbuka atau melemparkan masalah secara demokratis
c) Underestimate (Menganggap Remeh Siswa)
d) Sit Too Long (Duduk Terlalu Lama)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar