Rabu, 08 Februari 2012

kontemplasi...

Ada pepatah mengatakan "The winner sees an answer for every problem. The looser sees the problem in every answer". Seorang pemenang selalu melihat jawaban dari setiap masalah, sedangkan seorang pecundang selalu melihat masalah dari setiap jawaban. Itulah sebabnya, seseorang yang bermental sukses sulit ditaklukkan oleh keadaan. Ketika bisnisnya hancur lebur karena suatu keadaan, ia selalu punya cara untuk bangkit. Ketika menemukan masalah pelik, ia mengubah cara pandangnya dengan melihatnya dari sisi yang berbeda sampai ia menemukan peluang di balik masalah itu. Kegagalan atau masalah bisa ia ubah menjadi batu loncatan untuk meraih sukses lebih tinggi. Sebaliknya seorang yang bermental pecundang, sebesar apa pun peluang diberikan kepadanya yang tampak hanyalah masalah. Ketika peluang terbaik diberikan, yang segera tampak adalah risiko buruknya. Akibatnya ia selalu takut mengeksekusi peluang yang dihadapinya. Ia bahkan takut jadi orang sukses karena konsekuensinya harus siap jadi public figure. Nah, termasuk kategori manakah kita? Apakah termasuk yang bermental sukses atau sebaliknya? Bagaimana caranya agar kita tak kehilangan kesempatan terbaik dalam hidup hanya karena kita bermental gagal? Bagaimana caranya agar bisa meningkatkan mental sukses kita? Berhenti sejenak untuk sekadar merenung atau mengamati keadaan sekitar sangat diperlukan. Tak hanya sekadar istirahat. Banyak kejutan yang didapat dari sesuatu yang terkadang dirasa terlalu kecil untuk diperhatikan. Pikiran manusia memang hanya bisa mengarah pada satu hal jika sedang fokus. Karena itu, saat dalam perjalanan pergi atau pulang kerja, ketika perhatian sedang fokus pada jalan yang akan dilalui, kita sering kali luput untuk memperhatikan apa yang terjadi di sepanjang kiri-kanan jalan. Bahkan Billboard besar yang menginformasikan hal penting pun sering kali terabaikan. Akan tetapi berhenti untuk melakukan kontemplasi seringkali baru dilakukan ketika keadaan memaksa. Ketika sedang buru-buru di jalan tiba-tiba kemacetan menjebak. Pada saat itulah kesempatan untuk merenung tiba. Ketika sedang giat-giatnya bekerja, tiba-tiba ada sesuatu hal yang membuat kita harus berhenti sejenak. Pada saat itulah kita menemukan sesuatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar