Minggu, 13 Maret 2016
Bermimpilah selagi mimpi itu masih gratis...
Menjadi pelajar harus memiliki mindset unggul dan strategi jitu mencapai kesuksesan belajar.Belajar di sekolah atau campus bukan sembarang belajar tanpa tujuan, jangan pertaruhkan lamanya waktu belajar yang anda tempuh dengan sia-sia. Namun harus menyadari bagaimana cara belajar efektif, dan harus mampu mengembangkan karakter kepribadian yang kuat serta memiliki kompetensi mumpuni yang mempunyai daya saing tinggi di era globalisasi.Secara umum jika ditelaah lebih lanjut masalah rendahnya kemampuan daya serap pelajar/mahasiswa, ternyata sebagian besar bersumber pada masalah internal sendiri.Hal ini dapat dilihat berdasarkan penelitian yang dilakukan R.L.Mooney dan Mary Alice Price di Amerika, menyatakan ada dua kesulitan yang paling menonjol atau paling banyak dialami pelajar/mahasiswa yaitu : Tidak tahu bagaimana cara belajar yang efektif ( don’t know how to study efektively ) dan Tidak dapat memusatkan perhatian dengan baik ( unable to concentrate will ). Menurut Thomas Alva Edison, peranan IQ itu hanya 1 % saja menunjang keberhasilan seseorang, namun yang 99 % adalah kemauan dan kerja keras.Belajar itu mudah dilakukan jika anda memiliki strategi yang mampu mengorganisir pikiran,sikap dan perbuatan untuk mengarahkan serta menggiatkan step by step proses belajar secara terstruktur atau sistematis dengan asyik.Jangan hanya mengacu berprestasi harus memiliki IQ tinggi, itu sudah basi !. Karena setiap orang mempunyai kesempatan dan peluang yang sama baik untuk menjadi pelajar/mahasiswa yang berprestasi. Untuk menjadi orang yang serba bisa, menjadi orang yang pintar, menjadi orang sukses, tidak datang sekonyong-konyong belaka dan bukan akibat akibat dari suatu keajaiban yang datang dari langit. Tapi perlu diingat, keinginan tersebut bukan berarti tidak dapat diwujudkan, walaupun fakta membuktikan untuk meraih harapan harus melalui tahapan dari hasil proses belajar.Pendek kata dalam otak ( benak ) anda itu harus diisi pikiran atau bayangan gambar sederhana bagaimana cara membuat sesuatu ( belajar ) itu menjadi mudah.Ingat, orang yang bijak dan cerdas adalah orang yang mampu menentukan pilihan prima untuk memaksimalkan berkembangnya potensi bawaan yang dimilikinya. Suatu hal yang kadang tidak terpikirkan oleh sebagian orang yang merupakan inti masalah yaitu mengalami kebingungan ketika hendak melakukan sesuatu. Kebingungan bukan soal keberanian untuk berbuat atau mencoba, tetapi lebih terletak pada ketidaktahuan bagaimana proses untuk memulai sesuatu yang berat.Anda mengalami kesulitan untuk memulai berbuat sesuatu atau belajar lebih disebabkan tidak tahu langkah-langkah menyusun jalan pikiran untuk melakukan serangkaian proses kegiatan yang hendak dilakukan, karena belum mampu menyusun tahapan-tahapan untuk melakukan suatu kegiatan hingga kegiatan dapat diwujudkan dan diselesaikan.Dengan kata lain belum memiliki cara bagaimana membuka pikiran,membangun tahapan koneksi penalaran dalam mengembangkan proses belajar dengan benar.Disinilah pentingnya memahami “ learning skill “ ( ketrampilan belajar ) yaitu kemampuan menyusun kerangka berpikir,bersikap dan ketranpilan berbuat secara terfokus,terarah dan terukur step by step untuk melakukan proses kegiatan atau perbuatan.Learning Skill ini meliputi empat aspek ketrampilan yang satu sama yang lain saling mempengaruhi yaitu :1.Thinking Skills.Untuk dapat mengembangkan ketrampilan berpikir, maka anda harus mengarahkan dan menggerakkan sistem kerja otak dengan benar.Otak itu butuh perangsang dan dikendalikan agar energi penalaran atau pemikiran dapat berlangsung secara total dan hasil memori pengetahuan yang tersimpan didalam otak optimal. Yaitu caranya dengan menguasai dan membiasakan mempergunakan berpikir taktis, metodologis dan imajinatif. Berpikir taktis mengandung arti upaya mengarahkan proses berpikir,bertindak cepat dan efektif secara terfokus,terukur dan terarah langsung menuju obyek sasaran.Berpikir metodologis yaitu kemampuan menyusun kerangka berpikir secara step by step atau menyusun prosedur kerja bagaimana cara menggerakkan proses penalaran dan tindakan efektif dalam memproses pokok masalah, sehingga dapat mengurai, menimbang dan memecahkan dalam bentuk pola dan tindakan.Berpikir imajinatif mengandung arti cara berpikir kreatif dalam menelaah dan memecahkan pokok permasalahan dengan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat dimunculkan.2.Attitude Skills.Ketrampilan sikap pada umumnya orang mudah sekali terjebak dalam sikap belajar pasif, ketika melakukan proses belajar. Sikap belajar pasif ini dapat terjadi karena kurang disadarinya terutama pada saat belajar didalam kelas, dimana pelajar/mahsiswa cenderung menerima begitu saja apa yang diberikan guru/dosen tanpa memiliki keberanian untuk mengungkapkan keingintahuanya atau ketidaktahuanya yang berkaitan dengan materi pelajaran/perkuliahan sehingga guru/dosen tidak mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Inilah pentingnya bertanya dan berperan aktif interaktif didalam kelas.Agar anda memudahkan dan berhasil dalam belajar harus mengembangkan sikap antara lain, sikap kritis,, sikap aktif, sikap antusias dan sikap tubuh tegak dan busungkan dada.
Senin, 07 Maret 2016
PAHLAWAN TANPA TANDA JASA Oleh : SUKRI, S.Pd
PAHLAWAN
TANPA TANDA JASA
Oleh : SUKRI, S.Pd
Edukator,
Motivator dan bagi generasi harapan
bangsa lascar pemimpi sejati
Sebagai Guru
sering kali disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Jasa mereka untuk
mencerdaskan bangsa layak diacungi jepol.Berkat para pahlawan pendidik itu saat
ini bagaimana mengisi kemerdekaan demi kemajuan dunia pendidikan ditanah air. Tentang
pahlawan tanpa tanda jasa yang begitu penting peranya sampai era kini.Yaitu para guru banyak melahirkan orang pintar yang
akhirnya membuat negara semakin maju. Namun apakah semua guru berhak mendapat
julukan tersebut? Meski berstatus sebagai guru namun terkadang nasib bisa
berbeda. Contohnya saja soal penghasilan, tunjangan, fasilitas dan sebagainya.
Mereka yang menjadi guru di kota besar tentu lebih baik di banding para guru di
pedalaman. Guru adalah
pahlawan tanpa tanda jasa. Karena sebesar apapun jasanya tidak ada tanda jasa
yang ia terima. Tidak ada pangkat
bintang 1, bintang 2 ataupun bintang-bintang yang lain. Diera 90 an guru
mendapat julukan pahlawan tanpa tanda jasa, karena saat masa-masa itu guru
berjuang mencerdaskan bangsa dengan penghasilan yang sebenarnya. Seiring
perkembangan paradigma dan perubahan kebijakan kini anggapan itu berubah 180
derajat karena adanya sertifikasi guru. Pelaksanaan sertifikasi
guru dimulai sejak tahun 2007 setelah diterbitkannya Peraturan Mendiknas Nomor
18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan. Landasan hukum yang
digunakan sebagai dasar penyelenggaraan sertifikasi guru sejak tahun 2009
adalah Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Tahun 2013
merupakan tahun ketujuh pelaksanaan sertifikasi guru dalam jabatan.Kini guru
bersertifikasi memiliki pendapatan 24 kali gaji, yaitu 12 gaji pokok,12
tunjangan sertifikasi dan jika PNS masih ada 1 gaji ke 13. Guru telah
mengabdikan diri untuk kepentigan bangsa dan negara, mengejar dan mendidik
purta – putri tanpa mengenal lelah, telah banyak melahirkan pemimpin bangsa
baik dari tingkat pusat maupun tingkat daerah.Ada Yang menjadi Presiden,
Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Lurah, ada pula yang menjadi
pemimpin Militer, Pengusaha, Politikus, dsb. Kesemua itu adalah orang – orang
yang berhak mendapatkan tanda jasa dalam pengabdianya kepada bangsa dan negara,
bahkan matipun masi diberi tanda jasa, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, dan
dinaikkan pangkatnya lebih tinggi tapi bagaimana dengan guru? yang telah
memberikan segalnya untuk bangsa dan negara yang telah melahirkan banyak
pemimpin bangsa, hanya diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa.Guru
tidak berhak untuk menikmati fasilistas Negara dan ketika dia meningal tidak
berhak dimakamkan di taman makam pahlawan dan tidak dinaikkan pangkatnya
setingkat lebih tinggi “Itulah Indonesia” ada apa dengan semua ini ?. Guru
demikian sebutan profesi yang diemban. Sebagai salah satu pilar pokok dari
keberhasilan proses pencerdasan anak bangsa untuk kemudian menjadi generasi
pelanjut. Memang tidak mudah menyandang profesi seorang guru. Merubah karakter
kepribadian siswa tidaklah semudah menyematkan pengetahuan kepada siswa.
Terkadang persoalan-persoalan perubahan prilaku orang-orang dewasa turut
menjadi tanggung jawab dunia pendidikan formal kita. Seperti lupa jika bentukan
prilaku seseorang berangkat dari lingkungan keluarga sebagai peletak dasar
pendidikan disamping lingkungan masyarakat.Tanpa menafikan itu, guru tetaplah
harus menjadikan momentum kepahlawananya sebagai titik balik dari usaha untuk
merubah paradigma dan orientasinya. Memang tanggung jawab pendidikan bangsa
tidaklah mudah, sehingga dituntut sikap profesionalisme dan peningkatan
kompotensi guru perlu mendapat perhatian serius. Tidak salah jika dalam
masyarakat kita beragam tuntutan dan keinginan yang harus diwujudkan sebagai
sebuah bentuk kekhawatiran akan keselamatan “anak-anak bangsa” untuk dapat
menjadi generasi penerus. Filosofi pendidikan sebagai sebuah proses
“memanusiakan manusia” tetap menjadi dasar berpijak pelaksanaan pendidikan. Hal
ini perlu mendapat perhatian serius bagi kalangan guru sebagai tenaga
profesional dengan kode etik yang jelas. Kekhawatiran masyarkat muncul bukan
tanpa sebab meski masih kasuistik, akan tetapi menjadi perlu untuk menjadi
masukan positif bagi para Guru. Jika tidak.. maka masihkan wajar “Guru Pahlawan
tanpa tanda Jasa?”. Meskipun disadari sepenuhnya bahwa keberhasilan pelaksanaan
pendidikan yang bermutu tidak semata-mata menjadi tanggung jawab Guru. Bahwa
pendidikan adalah merupakan tanggung jawab semua pihak, orang tua, masyarakat,
praktisi pendidikan, pemerintah, LSM, dan semua koponen masyarakat yang langsung
atau tidak langsung terlibat dalam mendukung kesuksesan pendidikan nasional. Di
hari pahlawan ini semoga dapat dijadikan sebagai momentum penting untuk merubah
mind set bagi semua komponen stake holders pendidikan bahwa keselamatan dan
keberhasilan pendidikan anak bangsa menjadi tanggung jawab bersama. Guru
tetaplah menjadi Pioner bagi pelaksanaan pendidikan dan Masyarakat menjadi
faktor pendukung kuat untuk keberhasilan pelaksanaan pendidikan.Mereka para
guru menitipkan bekal pada kita berupa ilmu (science) & pengetahuan
(knowledge), yang nantinya akan kita pakai dalam meniti perjalanan hidup kita.
Ia berguna seperti cadangan air ketika dahaga, system reserve ketika ukuran
fuel bensin merah mentok ke kiri, seperti bom waktu yang siap meledak melahirkan
ide-ide yang brilian. Jika kita membahas kata guru dalam kamus besar bahasa
Indonesia dinyatakan guru adalah orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya,
profesinya) mengajar. Jika dalam Wikipedia dari bahasa sansakerta secara
harfiah berarti berat, namun dipahami juga dihormati. Secara umum arti guru
merujuk kepada pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik atau
muridnya. Dalam filosofi jawa guru dimaknai dengan“digugu dan ditiru” artinya
mereka yang selalu dicontoh dan dipanuti. Seperti peribahasa “guru kencing
berdiri, murid kencing berlari”, yang artinya: bila seorang guru melakukan
suatu kesalahan, maka murid pun akan mengikuti berbuat salah juga, malahan
lebih lagi. Peribahasa ini menekankan arti penting guru dalam kehidupan. Betapa
guru memiliki peran penting dalam kemajuan anak-anak bangsa karena
ditanganyalah generasi calon pemegang tongkat estafet bangsa di negeri ini.
Jadi marilah kita menghormati guru dengan segala upaya pantang menyerah
mencerdaskan anak-anak bangsa , meski masih ada yang dicaci karena perilaku
buruk sebagian guru atas kekhilafannya. Semoga profesi guru semakin sejahtera
kedepan sehingga lebih menyemangati dalam pengabdianya dan jangan terlena
dengan tunjangan yang diberikan sehingga melupakan tugas mulianya. Jangan hanya
siap menerima gaji besar tapi harus siap dengan jiwa besar mendidik dan
mempintarkan peserta didik. Kiranya masih banyak guru yang belum rata menerima
tunjangan dari Pemerintah ,namun jangan jadikan itu sebagai alasan untuk
mengabaikan mengajar peserta didik. Ingat ! Jasa guru begitu mulia, mengajar
sepenuh hati dan mendidik sepenuh jiwa. Semoga guru-guru di negeri ini ini
tidak memandang seberapa banyak tunjangan yang bakal diterima tetapi seberapa
banyak ilmu yang dapat diberikan kepada peserta didik, sehingga anak-anak di
negeri ini menjadi calon pemimpin bangsa yang memiliki kualitas dan kapabilitas
diunggulkan. Mari kita berbenah diri apa yang belum kita kuasai sebagai guru
terus belajar dan menambah ketrampilan mengajar sesuai era global yang semakin
maju pesat ini.Selamat berjuang pahlawanku......
***
Sabtu, 13 Februari 2016
anda harus tahu.....
Menjadi pelajar harus memiliki mindset unggul dan strategi jitu mencapai kesuksesan belajar.Belajar di sekolah atau campus bukan sembarang belajar tanpa tujuan, jangan pertaruhkan lamanya waktu belajar yang anda tempuh dengan sia-sia. Namun harus menyadari bagaimana cara belajar efektif, dan harus mampu mengembangkan karakter kepribadian yang kuat serta memiliki kompetensi mumpuni yang mempunyai daya saing tinggi di era globalisasi.Secara umum jika ditelaah lebih lanjut masalah rendahnya kemampuan daya serap pelajar/mahasiswa, ternyata sebagian besar bersumber pada masalah internal sendiri.Hal ini dapat dilihat berdasarkan penelitian yang dilakukan R.L.Mooney dan Mary Alice Price di Amerika, menyatakan ada dua kesulitan yang paling menonjol atau paling banyak dialami pelajar/mahasiswa yaitu : Tidak tahu bagaimana cara belajar yang efektif ( don’t know how to study efektively ) dan Tidak dapat memusatkan perhatian dengan baik ( unable to concentrate will ). Menurut Thomas Alva Edison, peranan IQ itu hanya 1 % saja menunjang keberhasilan seseorang, namun yang 99 % adalah kemauan dan kerja keras.Belajar itu mudah dilakukan jika anda memiliki strategi yang mampu mengorganisir pikiran,sikap dan perbuatan untuk mengarahkan serta menggiatkan step by step proses belajar secara terstruktur atau sistematis dengan asyik.Jangan hanya mengacu berprestasi harus memiliki IQ tinggi, itu sudah basi !. Karena setiap orang mempunyai kesempatan dan peluang yang sama baik untuk menjadi pelajar/mahasiswa yang berprestasi. Untuk menjadi orang yang serba bisa, menjadi orang yang pintar, menjadi orang sukses, tidak datang sekonyong-konyong belaka dan bukan akibat akibat dari suatu keajaiban yang datang dari langit. Tapi perlu diingat, keinginan tersebut bukan berarti tidak dapat diwujudkan, walaupun fakta membuktikan untuk meraih harapan harus melalui tahapan dari hasil proses belajar.Pendek kata dalam otak ( benak ) anda itu harus diisi pikiran atau bayangan gambar sederhana bagaimana cara membuat sesuatu ( belajar ) itu menjadi mudah.Ingat, orang yang bijak dan cerdas adalah orang yang mampu menentukan pilihan prima untuk memaksimalkan berkembangnya potensi bawaan yang dimilikinya. Suatu hal yang kadang tidak terpikirkan oleh sebagian orang yang merupakan inti masalah yaitu mengalami kebingungan ketika hendak melakukan sesuatu. Kebingungan bukan soal keberanian untuk berbuat atau mencoba, tetapi lebih terletak pada ketidaktahuan bagaimana proses untuk memulai sesuatu yang berat.Anda mengalami kesulitan untuk memulai berbuat sesuatu atau belajar lebih disebabkan tidak tahu langkah-langkah menyusun jalan pikiran untuk melakukan serangkaian proses kegiatan yang hendak dilakukan, karena belum mampu menyusun tahapan-tahapan untuk melakukan suatu kegiatan hingga kegiatan dapat diwujudkan dan diselesaikan.Dengan kata lain belum memiliki cara bagaimana membuka pikiran,membangun tahapan koneksi penalaran dalam mengembangkan proses belajar dengan benar.Disinilah pentingnya memahami “ learning skill “ ( ketrampilan belajar ) yaitu kemampuan menyusun kerangka berpikir,bersikap dan ketranpilan berbuat secara terfokus,terarah dan terukur step by step untuk melakukan proses kegiatan atau perbuatan.Learning Skill ini meliputi empat aspek ketrampilan yang satu sama yang lain saling mempengaruhi yaitu :
1.Thinking Skills.
Untuk dapat mengembangkan ketrampilan berpikir, maka anda harus mengarahkan dan menggerakkan sistem kerja otak dengan benar.Otak itu butuh perangsang dan dikendalikan agar energi penalaran atau pemikiran dapat berlangsung secara total dan hasil memori pengetahuan yang tersimpan didalam otak optimal. Yaitu caranya dengan menguasai dan membiasakan mempergunakan berpikir taktis, metodologis dan imajinatif. Berpikir taktis mengandung arti upaya mengarahkan proses berpikir,bertindak cepat dan efektif secara terfokus,terukur dan terarah langsung menuju obyek sasaran.Berpikir metodologis yaitu kemampuan menyusun kerangka berpikir secara step by step atau menyusun prosedur kerja bagaimana cara menggerakkan proses penalaran dan tindakan efektif dalam memproses pokok masalah, sehingga dapat mengurai, menimbang dan memecahkan dalam bentuk pola dan tindakan.Berpikir imajinatif mengandung arti cara berpikir kreatif dalam menelaah dan memecahkan pokok permasalahan dengan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat dimunculkan.
2.Attitude Skills.
Ketrampilan sikap pada umumnya orang mudah sekali terjebak dalam sikap belajar pasif, ketika melakukan proses belajar. Sikap belajar pasif ini dapat terjadi karena kurang disadarinya terutama pada saat belajar didalam kelas, dimana pelajar/mahsiswa cenderung menerima begitu saja apa yang diberikan guru/dosen tanpa memiliki keberanian untuk mengungkapkan keingintahuanya atau ketidaktahuanya yang berkaitan dengan materi pelajaran/perkuliahan sehingga guru/dosen tidak mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapinya. Inilah pentingnya bertanya dan berperan aktif interaktif didalam kelas.Agar anda memudahkan dan berhasil dalam belajar harus mengembangkan sikap antara lain, sikap kritis,, sikap aktif, sikap antusias dan sikap tubuh tegak dan busungkan dada.
3. Emotional Skills.
Sumber energi atau pendorong minat, perhatian dan motivasi belajar yang kuat adalah perasaan emosional dari dalam diri sendiri.Untuk itu anda harus membuat bagaimana proses belajar itu dapat mendatangkan cita rasa,manfaat yang dapat langsung merangsang,menantang dan memuaskan gairah belajar anda. Dengan kata lain anda harus mengubah mindset untuk membangkitkan minat dan perhatian terhadap belajar sebagai suatu kebutuhan.Perubahan itu dapat terwujud jika ada dorongan dari dalam diri dan kemauan akan memotivasi diri untuk belajar secara optimal.Untuk membentuk emotional skills ( ketrampilan emosional ), maka langkah yang harus dilakukan yaitu berani membangun mimpi,berusaha untuk dapat menghargai diri sendiri,keinginan untuk memiliki nilai plus,menentukan target pencapaian prestasi, jangan takut salah, kemauan keras memupuk semangat untuk mencari solusi.
4.Action Skills.
Tujuan belajar tentu ingin menguasai seperangkat ilmu pengetahuan,melatih potensi diri agar mampu melakukan atau menghasilkan sesuatu berdasarkan pengetahuan yang diperolehnya.Dengan kata lain belajar berarti berusaha membentuk kompetensi atau kemahiran/keahlian tertentu berdasarkan disiplin ilmu tertentu.Diharapkan setelah belajar mampu memanfaatkan ilmunya atau mengoperasional langkah-langkah disiplin ilmu tertentu untuk berbuat sesuatu dan menghasilkan sesuatu. Agar mampu menguasai kemampuan melakukan atau menghasilkan sesuatu berdasarkan pengetahuan yang diperoleh harus menguasai action skills ( ketrampilan kerja ).Panduan untuk dapat mengembangkan action skills ini yaitu menyusun rencana kerja, mempraktekkan proses belajar, inovatif-kreatif dan mandiri.Ketika hendak melakukan sesuatu maka giringlah pemikiran dan susunlah kerangka berpikir anda dalam bentuk rencana kerja.Setelah mampu menyusun rencana kerja atau prosedur langkah-langkah dari sesuatu yang hendak dilakukan maka tidak boleh ragu untuk mempraktikanya.Anda perlu membiasakan berpikir kreatif-inovatif dalam memenuhi segala keinginan maupun kebutuhan.Orang yang berfikir kreatif tidak bisa diam dan selalu mengarahkan dirinya untuk melakukan atau berbuat sesuatu memenuhi minat,keinginan dan kebutuhannya.Dengan kata lain berfikir kreatif-inovatif lebih mengarahkan diri untuk mencari cara bagaimana harus berbuat sesuatu agar keinginanya tercapai.Anda perlu berlatih dan membiasakan diri untuk mengurus,memenuhi keinginan dan kebutuhan diri sendiri tanpa dibantu dan bergantung pada orang lain termasuk orang tua dan teman.Kebiasaan mandiri akan mendorong kegigihan,keuletan,ketabahan,cara berfikir,cara kerja dan cara bertindak yang berorientasi pada suatu kemajuan.
Kebanyakan orang gagal adalah orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka ketitik sukses saat mereka memutuskan untuk menyerah.Ternyata syarat utama dan menjadi kunci mencapai kesuksesan belajar seseorang itu harus memiliki keteguhan hati dalam belajar.Karena seseorang yang memiliki keteguhan hati untuk belajar ,maka ia tidak akan pernah berhenti ditengah jalan sebelum maksud belajarnya mencapai hasil sesuai harapanya. Bagaimana dengan anda? Apa yang dapat anda perbuat atau lakukan dalam kesuksesan belajar? Sejauhmana keteguhan hati anda untuk belajar?. Untuk pelajar/mahasiswa jangan pernah merasa ketinggalan dalam dunia pendidikan bila anda memiliki kemauan untuk memajukanya sehingga mampu mensejajarkan dengan pelajar/mahasiswa didaerah lain. Anda harus yakin bahwa setiap orang itu mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk memperoleh kesuksesan belajar disekolah atau campus.Milikilah mimpi sukses belajar agar anda berupaya untuk mewujudkanya, sehingga anda bisa menjadi pelajar/mahsiswa yang sukses masa depanya.Nah, tidak ada kata terlambat untuk memulai, maka lakukanlah sekarang juga jangan tunda sampai esok ( never put off till tomorrow what you can do today ). Salam sukses.
Selasa, 02 Februari 2016
“ LEARNING SKILL” UNTUK MENCAPAI KESUKSESAN BELAJAR
Menjadi pelajar
harus memiliki mindset unggul dan strategi jitu mencapai kesuksesan
belajar.Belajar di sekolah atau campus bukan sembarang belajar tanpa tujuan,
jangan pertaruhkan lamanya waktu belajar yang anda tempuh dengan sia-sia. Namun
harus menyadari bagaimana cara belajar efektif, dan harus mampu mengembangkan
karakter kepribadian yang kuat serta memiliki kompetensi mumpuni yang mempunyai
daya saing tinggi di era globalisasi.Secara umum jika ditelaah lebih lanjut
masalah rendahnya kemampuan daya serap pelajar/mahasiswa, ternyata sebagian
besar bersumber pada masalah internal sendiri.Hal ini dapat dilihat berdasarkan
penelitian yang dilakukan R.L.Mooney dan Mary Alice Price di Amerika,
menyatakan ada dua kesulitan yang paling menonjol atau paling banyak dialami
pelajar/mahasiswa yaitu : Tidak tahu
bagaimana cara belajar yang efektif ( don’t know how to study efektively )
dan Tidak dapat memusatkan perhatian
dengan baik ( unable to concentrate will ). Menurut Thomas Alva Edison,
peranan IQ itu hanya 1 % saja menunjang keberhasilan seseorang, namun yang 99 %
adalah kemauan dan kerja keras.Belajar itu mudah dilakukan jika anda memiliki
strategi yang mampu mengorganisir pikiran,sikap dan perbuatan untuk mengarahkan
serta menggiatkan step by step proses belajar secara terstruktur atau
sistematis dengan asyik.Jangan hanya mengacu berprestasi harus memiliki IQ
tinggi, itu sudah basi !. Karena setiap orang mempunyai kesempatan dan peluang
yang sama baik untuk menjadi pelajar/mahasiswa yang berprestasi. Untuk menjadi
orang yang serba bisa, menjadi orang yang pintar, menjadi orang sukses, tidak
datang sekonyong-konyong belaka dan bukan akibat akibat dari suatu keajaiban
yang datang dari langit. Tapi perlu diingat, keinginan tersebut bukan berarti
tidak dapat diwujudkan, walaupun fakta membuktikan untuk meraih harapan harus
melalui tahapan dari hasil proses
belajar.Pendek kata dalam otak ( benak ) anda itu harus diisi pikiran atau
bayangan gambar sederhana bagaimana cara membuat sesuatu ( belajar ) itu
menjadi mudah.Ingat, orang yang bijak dan cerdas adalah orang yang mampu
menentukan pilihan prima untuk memaksimalkan berkembangnya potensi bawaan yang
dimilikinya. Suatu hal yang kadang tidak terpikirkan oleh sebagian orang yang
merupakan inti masalah yaitu mengalami kebingungan ketika hendak melakukan
sesuatu. Kebingungan bukan soal keberanian untuk berbuat atau mencoba, tetapi
lebih terletak pada ketidaktahuan bagaimana proses untuk memulai sesuatu yang
berat.Anda mengalami kesulitan untuk memulai berbuat sesuatu atau belajar lebih
disebabkan tidak tahu langkah-langkah menyusun jalan pikiran untuk melakukan
serangkaian proses kegiatan yang hendak dilakukan, karena belum mampu menyusun
tahapan-tahapan untuk melakukan suatu kegiatan hingga kegiatan dapat diwujudkan
dan diselesaikan.Dengan kata lain belum memiliki cara bagaimana membuka
pikiran,membangun tahapan koneksi penalaran dalam mengembangkan proses belajar
dengan benar.Disinilah pentingnya memahami “ learning skill “ ( ketrampilan
belajar ) yaitu kemampuan menyusun kerangka berpikir,bersikap dan ketranpilan
berbuat secara terfokus,terarah dan terukur step by step untuk melakukan proses
kegiatan atau perbuatan.Learning Skill ini meliputi empat aspek ketrampilan
yang satu sama yang lain saling mempengaruhi yaitu :
1.Thinking Skills.
Untuk dapat
mengembangkan ketrampilan berpikir, maka anda harus mengarahkan dan
menggerakkan sistem kerja otak dengan benar.Otak itu butuh perangsang dan
dikendalikan agar energi penalaran atau pemikiran dapat berlangsung secara
total dan hasil memori pengetahuan yang tersimpan didalam otak optimal. Yaitu
caranya dengan menguasai dan membiasakan mempergunakan berpikir taktis,
metodologis dan imajinatif. Berpikir taktis mengandung arti upaya mengarahkan
proses berpikir,bertindak cepat dan efektif secara terfokus,terukur dan terarah
langsung menuju obyek sasaran.Berpikir metodologis yaitu kemampuan menyusun
kerangka berpikir secara step by step atau menyusun prosedur kerja bagaimana
cara menggerakkan proses penalaran dan tindakan efektif dalam memproses pokok
masalah, sehingga dapat mengurai, menimbang dan memecahkan dalam bentuk pola
dan tindakan.Berpikir imajinatif mengandung arti cara berpikir kreatif dalam
menelaah dan memecahkan pokok permasalahan dengan memperhitungkan
kemungkinan-kemungkinan yang dapat dimunculkan.
2.Attitude Skills.
Ketrampilan sikap
pada umumnya orang mudah sekali terjebak dalam sikap belajar pasif, ketika
melakukan proses belajar. Sikap belajar pasif ini dapat terjadi karena kurang
disadarinya terutama pada saat belajar didalam kelas, dimana pelajar/mahsiswa
cenderung menerima begitu saja apa yang diberikan guru/dosen tanpa memiliki
keberanian untuk mengungkapkan
keingintahuanya atau ketidaktahuanya yang berkaitan dengan materi
pelajaran/perkuliahan sehingga guru/dosen tidak mengetahui kesulitan-kesulitan
yang dihadapinya. Inilah pentingnya bertanya dan berperan aktif interaktif
didalam kelas.Agar anda memudahkan dan berhasil dalam belajar harus
mengembangkan sikap antara lain, sikap kritis,, sikap aktif, sikap antusias dan
sikap tubuh tegak dan busungkan dada.
3. Emotional Skills.
Sumber energi
atau pendorong minat, perhatian dan motivasi belajar yang kuat adalah perasaan
emosional dari dalam diri sendiri.Untuk itu anda harus membuat bagaimana proses
belajar itu dapat mendatangkan cita rasa,manfaat yang dapat langsung
merangsang,menantang dan memuaskan gairah belajar anda. Dengan kata lain anda
harus mengubah mindset untuk membangkitkan minat dan perhatian terhadap belajar
sebagai suatu kebutuhan.Perubahan itu dapat terwujud jika ada dorongan dari
dalam diri dan kemauan akan memotivasi diri untuk belajar secara optimal.Untuk
membentuk emotional skills ( ketrampilan emosional ), maka
langkah yang harus dilakukan yaitu berani membangun mimpi,berusaha untuk dapat
menghargai diri sendiri,keinginan untuk memiliki nilai plus,menentukan target
pencapaian prestasi, jangan takut salah, kemauan keras memupuk semangat untuk
mencari solusi.
4.Action Skills.
Tujuan belajar
tentu ingin menguasai seperangkat ilmu pengetahuan,melatih potensi diri agar
mampu melakukan atau menghasilkan sesuatu berdasarkan pengetahuan yang
diperolehnya.Dengan kata lain belajar berarti berusaha membentuk kompetensi
atau kemahiran/keahlian tertentu berdasarkan disiplin ilmu tertentu.Diharapkan
setelah belajar mampu memanfaatkan ilmunya atau mengoperasional langkah-langkah
disiplin ilmu tertentu untuk berbuat sesuatu dan menghasilkan sesuatu. Agar
mampu menguasai kemampuan melakukan atau menghasilkan sesuatu berdasarkan
pengetahuan yang diperoleh harus menguasai action skills ( ketrampilan kerja
).Panduan untuk dapat mengembangkan action skills ini yaitu menyusun rencana
kerja, mempraktekkan proses belajar, inovatif-kreatif dan mandiri.Ketika hendak
melakukan sesuatu maka giringlah pemikiran dan susunlah kerangka berpikir anda
dalam bentuk rencana kerja.Setelah mampu menyusun rencana kerja atau prosedur
langkah-langkah dari sesuatu yang hendak dilakukan maka tidak boleh ragu untuk
mempraktikanya.Anda perlu membiasakan berpikir kreatif-inovatif dalam memenuhi
segala keinginan maupun kebutuhan.Orang yang berfikir kreatif tidak bisa diam
dan selalu mengarahkan dirinya untuk melakukan atau berbuat sesuatu memenuhi
minat,keinginan dan kebutuhannya.Dengan kata lain berfikir kreatif-inovatif
lebih mengarahkan diri untuk mencari cara bagaimana harus berbuat sesuatu agar
keinginanya tercapai.Anda perlu berlatih dan membiasakan diri untuk
mengurus,memenuhi keinginan dan kebutuhan diri sendiri tanpa dibantu dan
bergantung pada orang lain termasuk orang tua dan teman.Kebiasaan mandiri akan
mendorong kegigihan,keuletan,ketabahan,cara berfikir,cara kerja dan cara
bertindak yang berorientasi pada suatu kemajuan.
Kebanyakan orang gagal adalah orang yang tidak
menyadari betapa dekatnya mereka ketitik sukses saat mereka memutuskan untuk
menyerah.Ternyata syarat utama dan menjadi
kunci mencapai kesuksesan belajar
seseorang itu harus memiliki keteguhan hati dalam belajar.Karena seseorang yang
memiliki keteguhan hati untuk belajar ,maka ia tidak akan pernah berhenti
ditengah jalan sebelum maksud belajarnya mencapai hasil sesuai harapanya. Bagaimana
dengan anda? Apa yang dapat anda perbuat atau lakukan dalam kesuksesan belajar?
Sejauhmana keteguhan hati anda untuk belajar?. Untuk pelajar/mahasiswa jangan pernah merasa ketinggalan dalam dunia
pendidikan bila anda memiliki kemauan untuk memajukanya sehingga mampu
mensejajarkan dengan pelajar/mahasiswa didaerah lain. Anda harus yakin bahwa
setiap orang itu mempunyai kesempatan dan peluang yang sama untuk memperoleh
kesuksesan belajar disekolah atau campus.Milikilah mimpi sukses belajar agar
anda berupaya untuk mewujudkanya, sehingga anda bisa menjadi pelajar/mahsiswa
yang sukses masa depanya.Nah, tidak ada kata terlambat untuk memulai, maka
lakukanlah sekarang juga jangan tunda sampai esok ( never put off till tomorrow what you can do today ). Salam sukses.
.
Senin, 01 Februari 2016
Guru Memahami Teknik SOFTEN, Guru Idola Para Siswa
Oleh Sukri, S.Pd
SOFTEN ( Smile, Open Gesture, Forward lean, Touch, Eye contact,
Nod ).
Apa itu teknik Soften?
Teknik soften ini biasanya digunakan oleh orang-orang yang
bergelut di dunia bisnis, khusunya dalam melakukan negosiasi. Menurut para
psikologi seseorang berbicara menggunakan teknik ini dapat membuat lawan bicara
akan merasa nyaman dan merasa dihargai.
Bagaimana bisa di adopsi dalam mengajar?
Ya guru-guru yang mengajar di perkotaan terutama di sekolah yang
mengutamakan pada pelayanan demi kepuasan siswa dan orang tua biasanya
dianjurkan mengadopsi teknik soften dalam mengajarnya.
Mari kita bahas teknik soften satu per satu
1. Smile (Senyum)
Guru dianjurkan mengajar sambil tersenyum, kebiasaan senyum ini
masih banyak dianggap susah. Tapi ya sih memang susah, hehe. Memang susah
membiasakan tersenyum bagi guru yang belum terbiasa. Senyumlah, latihkan diri
untuk senyum selama tiga detik. Ingat ya, Senyum selain dapat memberikan
kenyamanan siswa juga sebagai nilai ibadah bagi kita. :-)
2. Open Gesture (Terbuka)
Open Gestute ini kadang diartikan sebagai terbuka pada materi
yang dibicarakan, kita menerima kritikan dan masukan dari seorang siswa untuk
memperbaiki diri kita dalam proses pembelajaran. Ada juga yang manyatakan open
gesture yang dimaksud adalah kita berbicara / mengajar dengan tangan terbuka,
berekspresi, dan tidak kaku seperti melipatkan tangan di depan dada.
3. Forward lean (membungkuk ke arah depan)
Jika ada siswa yang sedang bertanya, dekatkan dari bungkukkan
bada kita ke arah dia, ini sebagai tanda bahwa kita siap dan mendengar apa yang
mereka tanyakan.
4. Touch ( Sentuh )
Berikan sentuhan kepada siswa Anda, seperti usapkan kepala atau
bahunya sambil bilang. Wah... pintar kamu. Biasanya anak yang kinestetik suka
saat di sentuh.
Tapi ingat, Anda harus tahu umur dan tempat yang disentuh,
jangan sampai menyetuh bagian-bagian pribadi siswa. Tahukan yang saya maksud.
Ya..iyalah kan kalian guru. :-)
5. Eye Contact (tatap Mata)
Pandanglah siswa kita dengan rasa sayang, lihat matanya baca apa
yang ada di dalam hatinya. memandang yang baik adalah selama 3 detik. Setelah 3
detik palingkan tatapan Anda ke siswa lain atau objek lain seperti papan tulis
atau gambar yang sedang Anda jelaskan.
6. Nod (mengangguk)
Jika siswa anda sedang berbicara / menjelaskan / mengungkapkan
pendapatnya. Anda dengarkan, dan anggukkan kepala anda sebagai tanda anda
mendengarkan dan mengerti apa yang dia utarakan. siswa akan merasa dihargai
jika kita memberikan anggukan saat dia mengutarakan pendapatnya.
Itulah teknik soften secara sederhana, bagi rekan-rekan guru
membutuhkan teknek soften lebih dalam lagi bisa mencari referensi di tempat
lain. semoga tulisan singkat ini bisa memberikan manfaat bagi Anda yang
membacanya,
GURU MEMBENTUK KARAKTER PEMIMPIN BANGSA
GURU
MEMBENTUK KARAKTER PEMIMPIN BANGSA
Penulis
adalah Guru Sosiologi di SMAN AMALI
Berbicara tentang Guru tak terlepas
dari dunia pendidikan,khususnya di Negeri ini yang nota bene dunia pendidikan
masih terus berbenah untuk mensetarakan dengan kemajuan pendidikan di luar
negeri. Masih banyak masalah-masalah yang belum terselesaikan sehingga mampu
mengangkat derajat pendidikan di negeri ini.Lalu ada sebuah pertanyaan bagi yg
berkecimpung di dunia pendidikan, “melipat tangan “ atau “ turun tangan “.Turun
tangan adalah pilihan terbaik dan bila kita perhatikan lebih jauh, siapa yang
senyatanya hadir ditengah-tengah peserta didik ? Gurulah yang memberikan efek
positif pada memajukan pendidikan dan mencerdaskan anak-anak bangsa calon
pemimpin bangsa. Dibalik berbagai pembicaraan kompleks dan rumit tentang
pendidikan, mulai dari sistem, kurikulum yang terus berganti, undang-undang dan
peraturan-peraturan.Semuanya itu ada dipundak guru sebagai ujung tombak mulai didalam kelas yang
senyatanya mengajar,mendidik dan mencerdaskan anak didik. Pada guru kita
titipkan persiapan masa depan republik ini, karena gurulah yang menjadi garda
depan dalam mengembangkan manusia indonesia masa depan.Ironisnya banyak dari
kita yang lebih mengetahui jumlah minyak bumi, batu bara, sumber daya mineral
dan sederet kekayaan alam di bumi ini dari pada mengetahui jumlah sekolah,
jumlah guru, kualitas guru, kesejahteraan guru dan kinerja guru dipedalaman
yang tak terpantau.Pendidikan itu kuncinya guru, bukan kurikulumnya.Sehebat
apapun kurikulum yang diciptakan tanpa kemampuan guru untuk merealisasikan akan
percuma. Jika gurunya baik, maka pendidikan akan baik. Tanpa kehadiran guru
yang baik, seluruh desain sistem pendidikan yang kompleks dan mendekati
sempurna sekalipun akan menjadi sia-sia dan jangan harap di negeri ini memiliki
generasi masa depan cemerlang. Mengkonversi tingkat melek huruf di Indonesia
pada tahun 1945 adalah 5 % tetapi sekarang ini sudah mencapai 92 %.Ini semua
adalah peran guru dalam dedikasinya menghantarkan anak-anak bangsa menuju masa
depan yang lebih baik.
1.Guru mengajar,mendidik dan memimpin.
Seorang guru minimal memiliki 3 peran
penting yaitu mengajar, mendidik dan memimpin.Guru adalah seorang yang mampu
mengajarkan ilmu pengetahuan dengan menyenangkan ( teaching fun way ). Dewasa
ini sudah banyak metode mengajar yang lebih memudahkan pemahaman pelajaran bagi
anak didik seperti fast learning method (
metode belajar cepat ), Lesson mapping Concept ( konsep
pemetaan pelajaran ) dan hypnoteaching ( Cara mempengaruhi
anak didik ) dan lain-lain. Guru tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik,
kewajiban guru mendidik dengan sepenuh hati sebagai manifestasi profesi guru
sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, sungguh sangat mulia. Mendidik anak didik
agar bisa memaknai apa yang sudah dipelajari dan dapat menjadi modal bagi
mereka demi masa depan nanti.Membentuk karakter anak bangsa sesuai dengan
harapan kita semua yang termuat didalam
kurikulum berbasis karakter.Pada guru juga pembentukan karakter dikukuhkan.
Karakter digandakan bukan hanya secara lesan dan tulisan tapi justru harus
lewat contoh. Guru jangan hanya memberi ceramah kepada anak didik tentang
karakter dan mengingatkan tentang pentingnya pendidikan karakter.Kita harus
sadar bahwa karakter bukan diajarkan dengan teori dan wejangan tetapi justru
diajarkan dengan keteladanan atau contoh nyata.Mendidik adalah memimpin begitu
sebaliknya memimpin itu mendidik. Menjadi guru adalah menjadi pemimpin. Guru
yang berkualitas pemimpin akan menghasilkan generasi pemimpin.Guru adalah
teladan bagi anak didik, sebab anak didik tentu tidak akan melupakan gurunya
jika kelak telah sukses meraih masa depan.Maka dari itu jadilah pemimpin yang
baik didalam kelas dengan tidak membedakan warna kulit, agama,suku, anak orang
kaya atau miskin dan lain-lainya.Guru harus bisa memberi keadilan bagi anak
didik untuk memperoleh ilmu pengetahuan.
Guru tidak boleh pilih kasih terhadap anak didiknya.Menyamaratakan didalam
kesetaraan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan yang diajarkan didalam kelas.Guru
harus belajar “leadership” untuk menambah pengetahuan kepemimpinan agar bisa
“menularkan “ jiwa pemimpin kepada anak didiknya.Karakter pemimpin bangsa bisa
terbentuk oleh kemampuan guru didalam membangun,mengarahkan,mengekploitasi jiwa
anak didik didalam menyikapi kehidupan lewat pembelajaran disekolah.
2.Guru teladan bukan guru telatan.
Menjadi guru adalah sebuah panggilan
jiwa dalam profesi mulia. Jadi menjadi guru bukan hanya mengharap “gaji”
semata, atau ekstrimnya demi mencari “makan’ saja.Tapi tanggungjawab moral
terhadap profesi yang mencerdaskan anak bangsa ada dipundaknya. Guru baginya
bukan sekedar pekerjaan tetapi jiwanya
dan totalitas yang diyakininya.Guru mudah terusik saat menduga anak didiknya
berbuat tidak benar, mudah melakukan kesalahan baik menyimpang dari norma agama
maupun norma susila dalam kehidupan sosialnya.Guru selalu ingin tampil didepan
meluruskan anak didiknya yang melakukan penyimpangan-penyimpangan dan selalu
memberi teladan kepada anak didik tentang perilaku yang baik.Perilaku yang
dimaksud seperti cara berbicara atau komunikasi yang baik, cara bersopan santun
yang baik terhadap teman maupun orang yang lebih tua terutama bersikap dengan
guru dan orang tuanya dan bergaul dalan tatanan pergaulan beretika dan bermoral
religius.Guru sebaiknya asertif yaitu selalu bicara jelas,lugas,sopan plus
sedikit humor yang pas.Cara bicaranya tak berbelit-belit dan tidak pula
berusaha mensopan-sopankan diri secara tidak perlu.Guru jangan mengancam sebab
itu bukan mendidik.Guru yang bersifat asertif itu ditopang oleh pembawaan
egaliternya yang menghargai anak didik, staf sekolah dan sesama guru. Guru
sebaiknya berani mengkoreksi diri dan tidak malu mengakui kekeliruan yang telah
diperbuat.Jangan mendidik anak didik dengan sifat pecundang dan pengecut,
justru sebaliknya harus gentelmen untuk berani meminta maaf jika salah. Guru
jangan telatan bila masuk kelas sering terlambat datang tidak tepat waktu.Ini
membuktikan ketidak disipliner seorang guru. Mengajari disiplin kepada anak
didik tentunya diteladani dahulu diri seorang guru untuk disiplin.
3.Guru juga manusia.
Kata manusia kadang-kadang didekatkan
dengan permakluman atas segala kekurangan atau keterbatasan,sehingga terlalu
sering kita mendengar kalimat “ namanya juga manusia, ya wajarlah jika memiliki
keterbatasan dan melakukan kesalahan “. Dalam konteks ini seolah manusia hadir
menyelamatkan seorang ketika tak mampu melakukan sesuatu atau berbuat
kesalahan. Celakanya lagi kata-kata itu pula yang menyebabkan sebagian orang
permisif dengan dosa karena terlanjur yakin bahwa manusia itu rapuh. Akibatnya
kita sendiri menjadi sulit mempercayai manusia. Dalam kupasan guru juga
manusia, yang kebetulan menjadi profesi guru dengan kekurangan dan
keterbatasanya. Kenyataan diketemukan guru yang kurang pintar, kurang terampil,
bahkan celakanya lagi kurang dipercaya. Singkatnya masih terbatas guru mampu
bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja iklas, Jadi wajarlah kalau pada
akhirnya kualitas guru sering digugat atau minimal mendapat persepsi yang
kurang pada tempatnya.Tetapi semangat kehadiran “guru juga manusia’ ini
sesungguhnya didorong oleh hasrat ingin menunjukkan bagian lain dari sisi
kemanusiaan seorang guru. Sisi kemanusiaan yang dimaksud adalah guru sebagai
manusia mampu tampil terbaik yakni guru yang secara proses mengarah pada cerdas
akalnya, terpelihara perilakunya dan amanah memegang tanggungjawabnya.Setiap
manusia dewasa pada akhirnya akan menjadi guru bagi diri sendiri maupun orang
tua menjadi guru bagi anak-anaknya. Tokoh masyarakat menjadi guru bagi komunitas dilingkunganya.Pemimpin
atau negarawan menjadi guru bagi rakyatnya.Apabila seorang memilih profesi
menjadi guru secara tidak langsung pada akhirnya mampu merangkai semua
tanggungjawab untuk menyiapkan seorang bapak/ibu yang baik, seorang tokoh
masyarakat yang menjadi panutan yang baik,seorang pemimpin dan negarawan yang
baik bertanggungjawab dan sekaligus menyiapkan guru yang berkompeten.Dengan
demikian menjadi guru adalah sebuah pilihan profesi yang strategis.Menjadi guru
juga berkesempatan mengasah hati nurani
dari hari ke hari itulah yang semestinya dijalani oleh seorang guru sejati.
Menyimpulkan tentang uraian guru
membentuk karakter pemimpin bangsa terletak pada kesungguhan dan daya juang
seorang guru secara naluriah dan harfiah memiliki kepekaan nurani untuk
membangun sebuah generasi anak bangsa yang akan menjadi “ agent of change “
sebagai estafet kepemimpinan bangsa dinegeri ini.Khususnya di negeri ini
sebagai ibu pertiwi berharap banyak kepada para guru untuk membentuk karakter
pemimpin negeri ini yang mampu membawa Indonesia “ melesat cepat “ dari
ketertinggalan agar sejajar dengan negara-negara lain yang telah maju. Semoga kedepan perjuangan para guru mampu
mengangkat harkat dan martabat dunia pendidikan di negeri ini lebih maju dan
mampu menciptakan generasi penerus yang mumpuni, berkualitas dan memiliki daya
saing tinggi sehingga bisa diakui dunia.amin.
***
GURU ADALAH MOTIVATOR BAGI SISWANYA
“ GURU ADALAH MOTIVATOR BAGI SISWANYA “
Oleh :
Motivasi berpangkal dari kata
motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri
seseorang untuk melakukan aktifitas-aktifitas tertentu demi tercapainya suatu
tujuan.Adapun menurut Mc.Donald motivasi adalah perubahan energi dalam diri
seseorang yang ditandai dengan munculnya feeling
dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.Dari pengertian yang
dikemukakan oleh Mc.Donald ini mengandung tiga elemen atau ciri pokok dalam
motivasi itu yakni motivasi itu mengawalinya terjadi perubahan energi, ditandai
dengan adanya feeling dan dirangsang karena adanya tujuan. Namun pada intinya
bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk
melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar motivasi dapat dikatakan sebagai
keseluruhan daya penggerak didalam diri anak didik yang menimbulkan, menjamin
kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan
dapat tercapai.Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan sebab
seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar tidak mungkin melakukan
aktifitas belajar.
Motivasi ada dua yaitu Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ektrinsik yaitu :
1.
Motivasi Intrinsik : Jenis motivasi ini timbul dari dalam
diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan dari orang lain, tetapi atas
dasar kemauan sendiri.
2.
Motivasi Ektrinsik : Jenis motivasi ini timbul sebagai
akibat pengaruh dari luar individu. Apakah karena adanya ajakan, suruhan atau
paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian anak didik mau
melakukan sesuatu atau belajar.
Bagi peserta didik yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang
diberikan bukanlah masalah bagi guru. Karena didalam diri peserta didik
tersebut ada motivasi yaitu motivasi intrinsik. Peserta didik yang demikian
biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin
tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai
gangguan yang ada disekitar kurang dapat mempengaruhinya sehingga mampu
memecahkan perhatianya. Lain halnya bagi peserta didik yang tidak ada motivasi
di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar
dirinya mutlak diperlukan. Disini tugas guru adalah membangkitkan motivasi
peserta didik sehingga mereka mau melakukan belajar.Ada beberpa strategi yang
bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar peserta didik
sebagai berikut :
1.Menjelaskan tujuan belajar ke peserta
didik.
Pada permulaan belajar-mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru
menjelaskan mengenahi Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) yang akan dicapainya
kepada peserta didik. Semakin jelas tujuan TIK ini maka semakin besar pula
motivasi dalam belajar.
2.Berikan Reward ( hadiah ) .
Bagi peserta didik yang berprestai perlu diberikan reward ( hadiah ),
meskipun hadiah itu tidak berupa barang mahal tapi akan sangat berarti bagi
peserta didik. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih
giat lagi. Disamping itu peserta didik yang belum berprestasi akan termotivasi
untuk bisa mengejar peserta didik yang berprestasi.
3.Ciptakan suasana bersaing atau
berkompetisi.
Guru berusaha mengadakan persaingan ( kompetisi ) diantara peserta didik
untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi
yang telah dicapai sebelumnya. Prestasi peserta didik biasanya merangsang
peserta didik lainya , sehingga dapat memunculkan persaingan antar peserta
didik. Persaingan positif akan memunculkan motivasi untuk giat belajar. Untuk
itu guru harus mampu menciptakan suasana persaingan yang sehat diatara mereka.
Guru harus menunjukan obyektifitas dalam setiap evaluasi pembelajaran, demikian
juga para peserta didik harus menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap
pengerjaanya.
4.Memberikan pujian dan menghargai
hasil tugas.
Sudah sepantasnya guru memberikan pujian bagi peserta didik yang
berprestasi jangan pelit dengan pujian sebab penghargaan berupa pujian sangat
berarti bahkan lebih berarti pujian dari pada berupa pemberian barang.
Kebiasaan guru yang terlalu sering memberikan tugas ( PR ), namun jarang
memberikan penilaian akan berdampak tidak baik terhadap motivasi belajar
mereka. Sehingga peserta didik sekedar mengerjakan tugas dan kurang
memperhatikan kualitas pekerjaannya. Oleh karena itu guru jangan enggan menilai
hasil tugasnya, hargailah pekerjaanya dan jadikan penilaian yang kita berikan
sebagai alat perangsang motivasi belajarnya.
5.Memberikan sangsi atau hukuman.
Sangsi atau hukuman diberikan kepada peserta didik yang berbuat kesalahan
saat proses belajar mengajar ( PBM). Hukuman ini diberikan dengan harapan agar
peserta didik tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya
atau perilakunya..
Prestasi seorang teman biasanya merangsang teman yang lain untuk berprestasi pula, sehingga dapat memunculkan persaingan antar peserta didik. Persaingan yang positif akan memunculkan motivasi untuk giat belajar. Oleh karena itu guru harus mampu menciptakan suasana persaingan yang sehat diantara merekan. Guru harus menunjukkan obyektifitas dalam setiap evaluasi pembelajaran, demikian pula para peserta didik harus menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap pengerjaannya.
Prestasi seorang teman biasanya merangsang teman yang lain untuk berprestasi pula, sehingga dapat memunculkan persaingan antar peserta didik. Persaingan yang positif akan memunculkan motivasi untuk giat belajar. Oleh karena itu guru harus mampu menciptakan suasana persaingan yang sehat diantara merekan. Guru harus menunjukkan obyektifitas dalam setiap evaluasi pembelajaran, demikian pula para peserta didik harus menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap pengerjaannya.
6.Guru menjadi Idola.
Sikap guru harus dapat dijadikan panutan ( teladan ) yang baik bagi peserta
didiknya. Guru harus menjadi idola peserta didiknya berkaitan dengan sikapnya
didalam kelas. Pendapat dan nasehatnya terkadang lebih dipercaya dibandingkan
dengan pendapat orang tuanya. Sikap yang di dasari oleh keinginan mendidik
peserta didik agar berkembang lebih baik akan memberikan kesan mendalam di
benak mereka. Usaha guru membangun motivasi
akan kandas jika sikap yang ditunjukkan guru tidak simpatik.
7.Membangun kebiasaan belajar.
Sebaiknya guru memberitahukan kepada peserta didik bagaimana membangun
kebiasaan belajar sehari-hari, sehingga menghilangkan kebiasaan peserta didik
hanya belajar disaat akan ujian saja.Seperti bangun pagi hari bagi moslem
setelah sholat subuh lalu dilanjutkan belajar sebab belajar dipagi hari lebih
fresh kondisi otaknya.Lalu setelah pulang sekolah sehabis makan siang sambil
duduk santai membaca kembali materi pelajaran yang tadi diajarkan oleh guru.Dan
belajar malam hari rutin meski hanya meluangkan waktu 1-2 jam asal belajarnya
serius .
8.Membantu kesulitan belajar.
Guru sudah seyogyanya membantu peserta didik yang mengalami kesulitan atas
materi pelajaran yang diberikan. Dengan meluangkan waktu untuk konsultasi
belajar bagi peserta didik yang membutuhkan. Membantu kesulitan belajar bagi
peserta didik bisa dilakukan secara individu maupun kelompok. Salah satu bukti
guru mengasihi peserta didiknya adalah kerelaan dan ketulusan melayani mereka,
secara psikis menimbulkan kedekatan antara guru dan murid. Ini akan memberikan
ruang waktu bagi guru untuk peserta didiknya guna mendengar keluh kesah dan
kesulitan belajarnya. Dengan tindakan ini guru sudah berhasil merebut hati
peserta didiknya sehingga memudahkan untuk menanamkan motivasi kepada mereka.
9.Menggunakan metode dan media
pembelajaran bervariasi.
Guru harus memiliki kreatifitas dalam pembelajaran tidak hanya monoton
mengajar lewat penggunaan papan tulis ( whitboard ) semata, butuh variasi
pembelajaran dengan menggunakan metode tanya jawab, presentasi, diskusi, dan
menggunakan media in focus, OHP, serta alat peraga lainya.Mengingat kontribusi
motivasi terhadap hasil belajar cukup besar, guru diharapkan mampu
membangkitkan motivasi dan dapat memanfaatkan menjadi penggerak kuat bagi
peserta didik untuk meraih prestasi yang diharapkan. Yang menjadi pertanyaan
adalah langkah-langkah apa saja yang diperlu dilakukan oleh guru agar motivasi
belajar bangkit. Guru profesional harus menyadari bahwa dirinya harus berperan
sebagai motivator yang bertugas memberikan inspirasi atau dorongan supaya
proses pembelajaran lebih menyenangkan. Guru harus menolong peserta didiknya
supaya memiliki hasrat untuk belajar.Upaya yang bisa kita
lakukan untuk menggairahkan belajar peserta didik sangatlah variatif, namun hal
yang terpenting adalah kita selaku pelaksana pendidikan tidak surut dalam
membimbing para peserta didik. Kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas yang
kita lakukan mudah-mudahan menjadi bingkai indah dalam potret kehidupan
mereka.Semoga kita bisa mengantarkan kesuksesan mereka dalam meraih masa depan
gemilang.Memotivasi kegiatan peserta didik dalam
meningkatkan aktifitas dan kreatifitas sesuai dengan bakat, cita-cita, potensi
diri dan kemampuan yang dimilikinya adalah sangat penting dilakukan oleh guru.
Guru harus bisa menjadi seorang motivator bagi anak didiknya, agar bisa
menggiatkan belajar baik didalam kelas maupun dirumah dalam rangka meningkatkan
prestasi belajar .Semoga guru-guru di negeri ini memiliki kemauan untuk bisa
belajar memotivator anak didiknya, sehingga harapan dari pembelajaran disekolah
bisa tercapai sesuai dengan keinginan kita bersama.Amin.
***
Langganan:
Postingan (Atom)
